Ucapan Selamat
Jumat, 25 Maret 2011
Penanaman Mentha
Rabu, 09 Maret 2011
MEMPERHITUNGKAN PETANI YANG PUNYA PERHITUNGAN
Dalam sebuah usaha pasti ada yang namanya perhitungan atau perencanaan, tanpa adanya perhitungan dalam sebuah pelaksanaan kegiatan usaha akan diketahui hasil yang diperoleh sesuai dengan target atau tidak. Mulai perhitungan yang rumit sampai dengan perhitungan yang sederhana yang pasti orang akan melakukannya untuk melakukan sebuah usaha.
Perhitungan Tradisional
Pernah mendengar “mongso” (orang jawa) dalam pertanian tradisional masyarakat jawa perhitungan “mongso” melekat erat dalam budaya masyarakat. Dengan melihat atau memperhitungkan “mongso” Masyarakat akan membuat sebuah perhitungan dan strategi untuk pelaksanaan kegiatan dalam hal ini yang sering digunakan di bidang pertanian petani akan mengetahui kapan memperhitungkan untuk melakukan penanaman dan panen sesuai dengan perhitungan “ mongso” yang dipercayai. Strategi ini telah turun-temurun dan mulai kapan mungkin tidak ada orang yang tahu pasti kapan kegiatan perhitungan ini dimulai. Yang jelas dengan metode perhitungan ini petani mempunyai target dalam sebuah kegiatan pertanian.
Sebenarnya masyarakat jawa yang mempunyai pekerjaan sebagai petani mempunyai perhitungan sederhana yang di kaitkan dengan ilmu penaksiran yang bisa di kaitkan dengan ukuran luas sebagai salah satu contoh orang dahulu tidak mengenal kata 1 hektar untuk lahannya. Mereka tidak tahu memperhitungkan seberapa besar yang harus dikeluarkan untuk mengelola lahan tersebut. Perhitungan yang mereka lakukan sederhana untuk perhitungan pengeluaran ada istilah “kesok” istilah tersebut adalah istilah yang sering digunakan untuk menerangkan seberapa luas lahan mereka. Bila di perhitungkan dengan perhitungan pasti 1 kesok adalah 800-1000 meter persegi.
Hingga saat ini petani Indonesia masih jarang yang melakukan perhitungan secara lengkap terkait dengan kebutuhan pengelolaan lahan yang dilakukan. Perhitungan secara real dalam pertanian sangat sulit akan tetapi kesulitan itu bisa kita siasati walaupun ada beberapa hal yang tidak bisa kita hindari dalam usaha pertanian banyak factor yang menyebabkan keberhasilan dalam sebuah usaha peranian.
Perkembangan Yang Harus Dilakukan Terkait Dengan Perhitungan Tradisional
Saat ini perkembangan dan kemajuan di berbagai bidang di Indonesia sangat persat dan perkembangan itu harus di ikuti oleh setiap orang yang melakukan sebuah usaha. Sebagai salah satu contoh di bidang pertanian. Dalam bidang pertanian perkembangan terjadi di beberapa hal antara lain, peralatan, Komoditas , kebutuhan pasar, Daya saing produk dan lain sebagainya.
Perhitungan tradisional yang ada saat ini diperlukan untuk melakukan penaksiran dalam sebuah usaha pertanian akan tetapi perhitungan itu perlu di sesuaikan dengan perkembangan yang ada. Sebagai petani harus mampu memperhitungkan segala sesuatu terkait dengan usaha pertanian yang dilakukan. Sebagai salah satu contoh dalam usaha pertanian, pemasaran setelah panen harus jelas jangan sampai ketika melakukan panen raya untuk produk pertanian harga yang ada semakin menurun, tentunya itu akan mempengaruhi keuntungan yang telah di angan-angan saat menanam.
Pemasaran yang jelas bukan hanya produk pasti laku akan tetapi sekiranya pemikiran harga jual dan siapa yang terlibat dalam pemasaran tersebut harus jelas, industry, masyarakat ataupun yang lainnya. Selain dari siapa pembelinya kita hendaknya tahu berapa harga jual tanaman yang kita tanam sehingga pengeluaran yang akan dilakukan seimbang dengan hasilnya nanti.Ladang Sembung
Senin, 07 Februari 2011
Tanaman Obat Keluarga
Tanaman obat keluarga (disingkat TOGA) adalah tanaman hasil budidaya rumahan yang berkhasiat sebagai obat. Taman obat keluarga pada hakekatnya adalah sebidang tanah, baik di halaman rumah, kebun ataupun ladang yang digunakan untuk membudidayakan tanaman yang berkhasiat sebagai obat dalam rangka memenuhi keperluan keluarga akan obat-obatan. Kebun tanaman obat atau bahan obat dan selanjutnya dapat disalurkan kepada masyarakat, khususnya obat yang berasal dari tumbuh-tumbuhan. Budidaya tanaman obat untuk keluarga (TOGA) dapat memacu usaha kecil dan menengah di bidang obat-obatan herbal sekalipun dilakukan secara individual. Setiap keluarga dapat membudidayakan tanaman obat secara mandiri dan memanfaatkannya, sehingga akan terwujud prinsip kemandirian dalam pengobatan keluarga.Saat ini semakin jarang orang yang mengembangkan tanaman obat keluarga padahal ketika kita telusuri mengenai kegunaan dari tanaman obat tersebut akan banyak manfaat yang akan kita dapatkan. Apa lagi saat ini semakin banyak tanaman yang sering kita jumpai dan kita anggap tanaman liar merupakan tanaman yang mempunyai khasiat obat. Dengan pengadaan tanaman obat keluarga setidaknya akan ada sedikit kenyamanan yang akan kita rasakan untuk masalah kesehatan keluarga.
ada beberapa tips yang dapat kami sampaikan saat akan membuat areal Tanaman Obat Keluarga.
- Ketahuilah jenis-jsnis keluhan kesehatan yang sering terjadi di keluarga.
- Carilah informasi mengenai pencegahan atau pengobatan yang dapat dilakukan dengan tanaman obat.
- Carilah jenis-jenis tanaman obat yang dapat di tanam sesuai dengan luasan dan kondisi area.
- Belilah buku yang mendukung untuk kegiatan pengobatan atau pencegahan penyakit sebagai bahan untuk kegiatan pengobatan agar kita lebih mantab.
- Untuk menanam tanaman obat hendaknya seluruh anggota keluarga mengetahui kegiatan yang dilakukan baik pengelolaan ataupun penggunaannya
- Jangan menggunakan bahan kimia untuk melakukan perawatan tanaman obat.
Terima kasih semoga tips ini memberikan gambaran mengenai Tanaman Obat Keluarga.
Hidup sehat dengan tanaman obat.
Priyo Handoko.
Kamis, 03 Februari 2011
Warisan dan Kebutuhan "PADI"
Padi adalah salah satu tanaman budidaya terpenting dalam peradaban. Meskipun terutama mengacu pada jenis tanaman budidaya, padi juga digunakan untuk mengacu pada beberapa jenis dari marga (genus) yang sama, yang biasa disebut sebagai padi liar. Produksi padi dunia menempati urutan ketiga dari semua serealia, setelah jagung dan gandum. Namun demikian, padi merupakan sumber karbohidrat utama bagi mayoritas penduduk dunia. Hasil dari pengolahan padi dinamakan beras.(http://id.wikipedia.org/wiki/Padi).
Siapapun akan mengira ketika bertemu dengan petani yang ada di benaknya adalah "PADI" tanaman yang merupakan salah satu kebutuhan pokok sebagian orang di dunia khususnya Indonesia, mayoritas menggunakan padi sebagai makanan pokok sehari-hari.
Bagi beberapa masyarakat Indonesia yang pernah saya temui menanam padi bukan hanya sekedar mengejar finansial (materi fisik) akan tetapi sebuah ketenangan yang ada ketika mengelola pertanian padi.
"Nandur pari ki bati ne ora sepiro, neng biso gawe tenang pikiran" (menanam padi itu untungnya tidak seberapa, tapi bisa membuat pikiran tentram). Dan memang benar perkataan tersebut sebuah ketenangan ketika menanam padi sebagai bahan makanan pokok.
Akan tetapi yang saat ini membuat hati pilu adalah ketika petani Indonesia mengeluhkan harga-harga hasil pertanian untuk kebutuhan sehari-hari meningkat. Dengan hal tersebut perlu adanya penyiasatan dari teknis pertanian yang dilakukan.
Rabu, 02 Februari 2011
Memanfaatkan "2m X 3 m" Lahan
Saat ini perkembangan harga-harga kebutuhan pokok semakin meningkat, harga produk pertanian yang menjadi kebutuhan pokok kita menjadi "wah" dengan peningkatan yang luar biasa. Sebagai seorang warga Indonesia yang notabene di lahirkan dari petani setidaknya bisa mensiasati hal tersebut. Kebutuhan kita sehari-hari untuk produk petanian bisa di bilang sangat kecil, dan hal tersebut bisa kita siasati dengan memproduksi sendiri. Sebagai salah satu contoh setiap hari kita membutuhkan cabai untuk konsumsi. dan bisa di bilang kecil untuk jumlahnya, akan tetapi ketika kita kalkulasikan untuk kebutuhan 1 tahun tidak besar tapi lumayan.Misal Lagi Kebutuhan kunir untuk satu bulan 3 ons dalam satu tahun 3,6 Kg dengan harga Kunir Rp. 5.000,00 maka dalam satu tahun menjadi Rp. 18.000,00
Misal Lagi Kebutuhan Laos untuk satu bulan 3 Ons dalam satu tahun 3,6 Kg dengan harga Laos Rp. 5.000,00 maka kebutuhan laos untuk 1 tahun Rp.18.000,00
Misal lagi kebutuhan sere dalam satu bulan adalah 1/2 kg maka dalam satu tahun menghabiskan 6 Kg dengan Harga per kilo Rp.4.000,00 maka kebutuhan selama satu tahun Rp.24.000,00.
DAN MISAL dalam pelaksanaan kebutuhan di atas kita melakukan pengadaan sendiri dengan memanfaatkan ruang kecil di sekitar rumah mungkin akan sedikit menghemat kebutuhan sehari-hari kita. saya rasa lahan 2 m X 3 m sangat cukup untuk kebutuhan tersebut di atas.